• Beranda

Kang Gito Girimarto Education

  • Home
  • World
  • US
  • Business
    • Category
      • Category
      • Category
      • Category
      • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Entertainment
  • Sports
  • Technology
  • Editor's picks
  • Top Stories
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
You are here : Home »


Peneliti Cilik Luar Angkasa
Waktu itu Mimi sedang melihat berita di TV. Didalam berita tersebut diperkirakan akan terjadi tabrakan antar planet dalam beberapa tahun mendatang. Hati Mimi jadi gusar. Sehingga ia mengumpulkan teman-temannya untuk meneliti planet-planet di ruang angkasa. Teman-teman Mimi berangkat ke luar angkasa. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan Mimi bertugas di Bumi. Selain memantau keadaan teman-temannya ia juga meneliti keadaan di Bumi. Setelah beberapa hari kemudian. Akhirnya mereka berkumpul kembali di markas.
“Kuri...tolong beritahu bagaimana keadaan di Merkurius !” Mimi meminta Kuri untuk bercerita
“Merkurius merupakan planet terdekat dengan matahari. Terdiri dari besi yang kira-kira 58 % dan mempunyai atmosfir yang sangat hampa. Garis tengahnya 4.850 km. Berotasi selama 59 hari dan tidak mempunyai satelit. Kalau di Venus bagaimana Ve ?”  Kuri menjelaskan keadaan Merkurius yang kemudian bertanya pada Veve.
“ Venus merupakan planet yang dijuluki Bintang pagi dan Bintang malam karena selalu muncul sesaat sebelum matahari terbit, dan ikut terbenam menyusul matahari. Venus tidak mempunyai satelit. Kalau kamu apa yang kamu dapat Mi ?” Veve bertanya kepada Mimi setelah memberitahu apa yang didapatnya.
“Kalau di Bumi mempunyai 1 satelit. Didalam Bumi terdapat banyak air dan oksigen pada permukaanya. Serta dihuni oleh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Berotasi selama 365 hari”  sahut Mimi akan pertanyaan Veve.
Setelah Kuri, Veve, dan Mimi menjelaskan kemudian Marsi pun ikut bicara.
“Waktu di Mars planet ini sering di sebut planet merah. Sedangkan tanda-tanda kehidupan belum tampak. Karena disana hanya ada sedikit udara dan air, temperaturnya sangat dingin. Mars memiliki 2 satelit. Itulah yang ku tahu disana teman. Coba Piter menemukan apa di planet Jupiter ?” Marsi bertanya pada Piter
“Kalau di Jupiter itu besar sekali, ada Hydrogennya dan ada lingkaran awan yang beraneka warna. Jumlah satelitnya ada 16.” Jawab Piter pada temannya.
Setelah Piter kini giliran Sata mengutarakan apa yang ia ketahui.
“Aku kemarin bertugas di Saturnus yang hampir mirip dengan namaku yaitu Sata. Saturnus ini merupakan planet paling aneh. Karena mempunyai lingkar cincin dengan garis tengah 272.00 km. Saturnus banyak satelitnya lho....ada....ada... (Sata mengingat-ingat sambil garuk-garuk kepala) oya... ada 23” kemudian Sata menyudahi ceritanta.
“Huhhh gitu aja lupa...” sahut Mimi, “Kalau kamu Ran...?” Mimi berlanjut tanya pada Ranu.
“ Kalau aku lain lagi Mi...Ranu dari Uranus...( Ranu menyahut dengan percaya dirinya) gini Mi...di Uranus itu...memiliki garis tengah 3,7 kali garis tengah bumi dan massanya hampir 15 kali massa bumi. Dan mempunyai 5 sateli Mi...., bagus ya Mi ?” jawab Sata
“bagus apanya... sama aja....” Mimi kembali menjawab Sata. “Sekarang giliranmu Pa...!” perintah Mimi pada Nepa.
“Siap Bos....,Di Neptunus ada 2 satelit bos. Planet ini yang menemukan J.G Galle pada tahun 1846. Planet ini mempunyai atmosfir yang padat dengan gas dan perkiraan terdapat bebatuan es di bagian bawahnya. Terus apa laporan Luta ?” Nepa menjelaskan pada Mimi
“Santai teman-teman, saya menemukan Pluto. Namun, sebelum saya pluto pertama kali ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930. Pluto mempunyai 1 satelit. Karena letaknya sangat jauh mengakibatkan saya ragu, makanya sebelum kesini saya mampir dulu di Minor Planet Center (MPC) yaitu organisasi yang mengumpulkan data mengenai komet dan asteroid dalam sistem tata surya. Ternyata pluto tergolong kumpulan planet kecil dan namanya sekarang sudah di ganti menjadi 134340. Penamaan baru ini resmi lho...., karena sudah di umumkan oleh MPC sejak 7 September 2006. Begitu teman-teman....laporan dari Luta....” Luta mengkhiri penjelasannya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari teman-teman Mimi. Tidak satu pun yang menjelaskan adanya suatu gejala-gejala yang mengkuatirkan. Apalagi yang menjelaskan suatu pergeseran antar planet.
“teman-teman setelah dari kita saling menjelaskan masing-masing planet yang kita datangi, ternyata tidak ada gejala yang mengkuatirkan, maka dari itu misi ini selesai...dan terimakasih ya...” Mimi menyimpulkan hasilnya.
“sama-sama Mi....” serentak mereka menjawab.



Putri dan Mesin Waktu
“Put hari minggu nanti ayo kita jalan-jalan !” ajak  Ani pada Putri
“hmmmm gimana ya An...kelihatannya aku dak bisa tu...” jawab Putri
“kenapa Put...?” tanya Ani kembali
“aku mau penelitian di laboratorium dirumah An...,aku akan menguji coba mesin waktu penemuanku” Putri menjelaskan kenapa tidak bisa ikut jalan-jalan
“Hah....apa ? kamu punya mesin waktu yang benar saja kalau bicara” Ani agak heran dengan perkataan Putri dengan nada tidak percaya “Mengkhayal kamu itu Put...Put...,masak kamu bisa buat mesin waktu ?”
“ya sudah kalau tidak percaya....aku akan pergi ke masa lampau nanti ku ceritakan saja setelah aku gunakan mesin waktu itu” Putri pun menjawab Ani
Setelah beberapa hari, kini Putri bertemu Ani bersama teman-temannya.
“Hai...Put gimana perjalananya asyik tidak ?” tanya Ani pada Putri
“hemmmm asyik bangettttttt.....” Putri menjawab dengan suara riang
“hai..teman-teman mari kita dengarkan  Putri sang penjelajah dengan mesin waktu” Ani mengundang teman-teman. “sekarang ceritakan pada kami Put !” Ani menunggu cerita Putri dengan penasaran.
Putri pun bergegas mencari tempat untuk bercerita. Setelah mendapatkan tempat yang enak dan nyaman kemudian Putri menceritakan pengalamannya.
“hemmm waktu itu, pertama-tama aku duduk di kursi waktu, kemudian kubuka mesin waktu tersebut dan aku bilang ingin jalan-jalan ke kerajaan Hindu di Indonesia. Setelah ku tarik nafas tiba-tiba aku sudah di suatu tempat yaitu di kerajaan Kutai. Disana aku bertemu dengan raja yang sangat terkenal namanya Raja Mulawarman. Kata beliau Raja yang pertama memimpin adalah Kudungga. Kemudian aku diajak melihat prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang diberi nama Yupa. Kutai itu ternyata ada di kalimantan Timur tepatnya di Muara Kaman terus...” Putri menjelaskan denga penuh semangat.
“Terus...apalagi Put?” Wati kelihatan tidak sabar ingin mendengarkan cerita Putri
“aku disana tidak lama-lama, kemudian ku pejamkan mataku dan kutekn tombol berikutnya dengan sekejap mata aku sampai di kerajaan Tarumanegara.kerajaan ini  berada di daerah Bogor, Jawa Barat. Disana aku bertemu dengan Sang Raja pendiri kerjaan Tarumanegera beliau bernama  Rajadirajaguru Jayasingawarman. Oleh raja aku dperlihatkan tujuh prasasti, yaitu Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Lebak. Karena waktuku terbatas kemudian saya pamit pada raja, maka ku tekan tombol yang ketiga”  Putri menghentikan sejenak ceritanya.
“terus kemana lagi Put...?” tanya Vivi. “iya Put...ayo cerita kembali...dah dak sabar ni..”pinta Vivi kemudian. Tampaknya teman-teman Putri sangat antusias mendengarkan cerita Putri.
“iya..iya tenang saja” jawab Putri, kemudian melanjutkan ceritanya “ yang ketiga ini aku jatuh di Tumapel, Malang Jawa Timur tepatnya di Kerajaan Singosari. Menurut Raja Kertanegara puncak kejayaan Singosari saat dipimpin beliau. Namun, bukan beliau yang mendirikan Singosari melainkan Ken Arok”.
“apa itu saja mesin waktumu menjelajah   masa lampau Put ?” tanya Ani
“Ooo tidak....,setelah dari Singosari Aku pergi  ke Kerajaan Bali. Disana pusat kerajaannya di daerah Tampak Siring dan Pejeng. Bali itu ternyata didirkan oleh Dinasti Warmadewa yang raja-rajanya sangat terkenal diantaranya Raja Sri Candrabayasinga, Raja Udayana dan Raja Anak Wungsu. Disana juga ada bukti peninggalannya yaitu Tugu Sanur. Makanya kalau besuk kalau ke Bali jangan lupa mampir di tempat tersebut ya...!” Putri meneruskan ceritanya yang sempat berhenti.
“Put masih ada lagi tidak?”  Dika menyela cerita Putri.
“Ada Dik...karena kemarin aku kecapean tanpa sengaja salah pencet tombol, aku kembali lagi ke Bogor, tapi aku tidak jatuh di Kerajaan tadi melainkan aku sampai di Kerajaan Pajajaran. Pertama Pajajaran berada di daerah Pakuan dan kemudian dipindah ke Ciamis. Aku tidak sempat cari tahu kenapa dipindah. Disana Raja yang berkuasa dan berpengaruh adalah Sri Jaya Bhupati. Prasasti yang ada yaitu Rakyat Juru Panghambat, Prasati Horren, Prasasti Cibadak, Prasasti Astana Gede, dan Prasasti Batutulis. Kemudian aku pergi ke Majapahit” Putri berhenti sejenak untuk menarik nafas.
“Put...cepet lanjutkan ceritanya....!di Majapahit ada apa?”  pinta Doni pada Putri
“tenang....sabarlah sedikit kalian....” pinta Putri pada teman-temannya. Setelah menangkan temn-temannya Putri pun melanjutkan Ceritanya. “Majapahit itu ternyata terletak di hutan Tarik selatan Sungai Brantas yang berpusat di Trowulan, Mojokerto. Didirikan oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertajasa Jayawardhana. Majapahit mencapai kejayaan pada saat dipimpin oleh Hayam Wuruk dan Patihnya Gajah Mada. Pada saat itu patih Gajah Mada bersumpah ingin mempersatukan wilayah nusantara yang ia ucapkan dalam sumpah Amukti Palapa. Nah....di situlah akhir dari perjalananku. Kemudian aku pulang kerumah. Setelah aku melihat ke arah jam ternya tidak begitu lama  jalan-jalanku tadi. Hanya sekita 15 menit saja lho” Putri mengakhiri ceritanya pada teman-temanya.
“Wah...hebat benar..mesin waktumu itu Put...” sahut Ani
“iya....ya...Put kapan-kapan kalau jalan-jalan lagi kita-kita di ajak donk” Wati mengharap pingin merasakannya seperti Putri.
“hemmm boleh, malah kalian boleh pinjam og...sekarang juga ku bawa didalam tas”  Kata Putri sambil tersenyum
“Kalau gitu aku pinjam Put...” sela Dika
“aku dulu put, aku dulu put” mereka berebut ingin meminjam mesin waktu Putri
Kemudian Putri pun mengeluarkan sesuatu dari dalam Tasnya
“ni...siapa yang mau pinjam !” Putri memperlihatkan barang tersebut dan memberikan pada temannya.
“Hhahhh.....itukan buku Put, mana mesin waktunya?”teman-teman Putri kaget.
“Ya ini mesin waktunya....dengan buku ini aku bisa mengetahui masa lalu. Dan semua apa yang ada di dunia ini. Karena dengan membaca kita akan bertambah pengalaman. Emangnya aku jin...kembali kemasa lalu...hahahaha” Putri tertawa terbahak-bahak melihat teman-temanya pada bengong. Ternyata rahasia mesin waktu Putri adalah sebuah buku. Sedangkan laboratorium yang dimaksud adalah Perpustakaan rumahnya.




PENGARUH EMOSI TERHADAP KECERDASAN INDIVIDU
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Emosi merupakan sesuatu yang muncul setiap hari, bahkan setiap saat dalam kehidupan kita. Emosi merupakan suatu pola yang kompleks dari perubahan yang terdiri dari reaksi fisiologis, perasaan-perasaan yang subyektif, proses kognitif, dan reaksi perilaku, yang semuanya itu merupakan respon atas situasi yang kita terima.
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:228) emosi juga diartikan sebagai “Suatu keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, kehancuran, kecintaan, keberanian yang bersifat subyektif”. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam individu sesorang.
Emosi dapat bersifat negatif dan dapat juga bersifat positif. Hal tersebut, tergantung dari situasi yang dihadapi atau dirasakan oleh individu. Karena sifat positif atau negaatif emosi individu bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal individu tersebut. Faktor internal dipengaruhi dari dalam tubuh pribdi individu tersebut. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi dri luar individu yaitu lingkungan. Dengan demikian, emosi adalah suatu perasaan (efek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu.
Namun kenyataannya dalam kehidupan ini, tidak sedikit dari kita yang belum bisa mengenal dan mampu memahami emosinya sendiri. Akibat dari ketidak pahaman tentang emosi menyebabkan tidak bisanya mengelola emosi tersebut menjadi energi yang positif. Jika kita sebagai individu tahu dan mengerti pengaruh-pengaruh emosi terhadap dirinya, maka kita akan tahu bagaimana cara mengelola emosi tersebut. Oleh karena itu, perlunya kita mengenal bentuk, ataupun faktor-faktor yang mempengaruhi emosi terhadap individu. Karena dengan emosi akan terermin perilaku baik atau buruknya individu dalam lingkungn. Maka dari itu Atkinson (1983 : 45 ) membedadak emosi hanya 2 jenis yakni emosi yang menyenangkan dan emosi tidak meyenangkan. Sedangkan Martin (2003 : 26 ) menyatkan bahwa emosi dapat dikatak baik atau buruknya tergantung pada akibat yang ditimbulkan baik terhadap individu maupun orang lain yang berhubungan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat dirumusakan suatu masalah sebagai berikut :
1.        Apakah faktor yang mempengaruhi  emosi terhadap individu ?
2.        Apakah emosi dapat mempengaruhi kecerdasan emosional individu?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan emosi.
2.      Menambah wawasan penulis tentang  pengaruh emosi/perasaan terhadap individu.
3.      Memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Emosi
Perbuatan atau tingkah laku kita sehari-hari pada umumnya disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, seperti perasaan senang atau tidak senang. Perasaan senang atau tidak tidak senang yang terlalui menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut warna afektif. Warna afektif kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah, atau kadang-kadang tidak jelas (samara-samar). Dalam hal warna afektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan menjadi lebih mendalam, lebih luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan ini disebut emosi (Sarlito, 1982: 59). Disamping perasaan senang atau tidak senang, beberapa contoh macam emosi yang lain adalah gembira, cinta, marah, takut, cemas, dan benci.
 Emosi dan perasaan adalah dua hal yang berbeda, tetapi perbedaan antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas, emosi dan perasaan merupakan suatu gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya. Pada suatu saat suatu warna afektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Contohnya marah yang ditunjukan dalam bentuk diam. Jadi sukar sekali kita mendefinisikan emosi, menurut Crow dan Crow (1958) pengertian emosi itu sebagai berikut : “ an emotion, is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and physioligicial strirredup states in the individual, and that shows it self in his overt behavior.”
Jadi, emosi adalah pengalaman efektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang nampak.

B.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Emosi Terhadap Perkembangan Individu
Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap perkembangan individu adalah faktor lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis. Faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutkan sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Melalui lingkungan bisa membentuk individu sebagai makhuk sosial, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebaga makhluk sosial untuk saling berinteraksi dan bergaul satu dengan yang lainnya. Disamping itu lingkungan dapat pula membentuk wajah budaya bagi individu. Lingkungan dengan keanekaragaman dan kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam.
Kemudian suatu individu juga dipengaruhi oleh faktor keturunan yang merupakan pembawaan sejak lahir. Berbeda dengan faktor lingkungan, faktor keturunan pada umumnya cendrung bersifat kodrati yang sulit untuk di modifikasi. Seberapa kuat pengaruh keturunan sangat bergantung pada besarnya kualitas dari gen yang dimiliki oleh orang tuanya. Dalam faktor keturunan berlaku beberapa asas yang mendasari pemikiran dari faktor keturunan tersebut. Pertama Asas Reproduksi yang berpendapat bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri perilaku yang diturunkan orang tua kepada anaknya hanyalah bersifat reproduksi, yaitu memunculkan kembali mengenai apa yang sudah ada pada hasil perpaduan benih saja, dan bukan didasarkan pada perilaku orang tua yang diperolehnya melalui hasil belajar atau hasil berinteraksi dengan lingkungannya, kedua Asas Variasi yang berpendapat bahwa penurunan sifat pembawaan dari orang tua kepada anak-anaknya akan bervariasi, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Ketiga Asas Regresi Filial berpendapat bahwa terjadi pensurutan sifat atau ciri perilaku dari kedua orangtua pada anaknya yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik dalam perpaduan pembawaan ayah dan ibunya, sehingga akan didapati sebagian kecil dari sifat-sifat ayahnya dan sebagian kecil pula dari sifat-sifat ibunya. Keempat Asas Jenis Menyilang menurut asas ini bahwa apa yang diturunkan oleh masing-masing orang tua kepada anak-anaknya mempunyai sasaran menyilang jenis. Dan terakhir yaitu Asas konformitas yaitu bahwa seorang anak akan lebih banyak memiliki sifat-sifat dan ciri-ciri tingkah laku yang diturunkan oleh kelompok rasnya atau suku bangsanya.
Sesudah membahas individu dari segi faktor yang mempengaruhinya kini waktunya untuk membahas emosional dari suatu individu. Emosional dari suatu individu memiliki beberapa ciri yaitu lebih bersifat subyektif daripada peristiwa psikologis lainnnya seperti pengamatan dan berfikir, kemudian bersifat fluktuatif atau tidak tetap, dan banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indera dan subyektif.Emosi diekspresikan dalam perilaku, emosi yang dihayati oleh seseorang diekspresikan dalam perilakunya, terutama dalam ekspresi roman muka dan suara/bahasa. Ekspresi emosi ini juga dipengaruhi oleh pengalaman, belajar dan kematangan. Perasaan dan emosi pada dasarnya merupakan dua konsep yang berbeda tetapi tidak bisa dilepaskan. Perasaan selalu saja menyertai dan menjadi bagian dari emosi. Perasaan merupakan pengalaman yang disadari yang diaktifkan oleh rangsangan dari eksternal maupun internal (keadaan jasmaniah) yang cenderung lebih bersifat wajar dan sederhana. Demikian pula, emosi sebagai keadaan yang terangsang dari organisme namun sifatnya lebih intens dan mendalam dari perasaan. Menurut Nana Syaodih Sukadinata (2005) perasaan menunjukkan suasana batin yang lebih tenang, tersembunyi dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy sedangkan emosi menggambarkan suasana batin yang lebih dinamis, bergejolak, dan terbuka, ibarat air yang bergolak atau angin topan, karena menyangkut ekspresi-ekspresi jasmaniah yang bisa diamati.
Setiap orang memiliki pola emosional masing-masing yang berupa ciri-ciri atau karakteristik dari reaksi-reaksi perilakunya. Ada individu yang mampu menampilkan emosinya secara stabil yang ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengontrol emosinya secara baik dan memiliki suasana hati yang tidak terlau variatif dan fluktuatif. Sebaliknya, ada pula individu yang kurang atau bahkan sama sekali tidak memiliki stabilitas emosi, biasanya cenderung menunjukkan perubahan emosi yang cepat dan tidak dapat diduga-duga. Tingkat kematangan emosi (emotional maturity) seseorang dapat ditunjukkan melalui reaksi dan kontrol emosinya yang baik dan pantas, sesuai dengan usianya. Adalah hal yang wajar bagi seorang anak kecil usia 3-5 tahun, apabila dia merasa kecewa ketika tidak dipenuhi keinginannya untuk dibelikan permen coklat atau mainan anak-anak dan kemudian mengekspresikan emosinya dengan cara menangis dan berguling-guling di lantai. Tetapi, akan menjadi hal yang berbeda, jika hal itu terjadi pada seorang remaja atau dewasa dan jika hal itu benar-benar terjadi maka jelas dia belum menunjukkan kematangan emosinya.
Untuk itu kita sebagai seorang individu harus bisa memelihara emosi kita karena emosi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan kita, emosi akan memberi warna kepada kepribadian, aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga, maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosinya yang konstruktif seperti pemikiran James C. Coleman (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) yaitu bangkitkan rasa humor, peliharalah selalu emosi-emosi yang positif, jauhkanlah emosi-emosi yang negative, senatiasalah berorientasi kepada kenyataan, dan terakhir dengan mengurangi dan menghilangkan emosi yang negatif. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang negatif, segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman akan apa yang menimbulkan emosi tersebut, pengembangan pola-pola tindakan atau respons emosional, mengadakan pencurahan perasaan, dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat.

C.    Pengaruh Emosi Terhadap Kecerdasaan Emosioanl
Emosi dapat mempengaruhi suatu kecerdasan. Karena mosi akan berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Sebab, ketika seseorang berpikiran negatif perasaan orang tersebut cenderung menjadi negatif. Begitu pula sebaliknya ketika seseorang berpikir positif, perasaan orang tersebut cenderung positif.  Maka dari itu emosi merupakan warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud warna afektif adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertertu.
Ada beberapa faktor kecerdasaan emosional yang dimiliki oleh individu yang akan berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Faktor-faktor kecerdasan emosional tersebut, yaitu : 1) Mengenali emosi diri, 2) Mengelola emosi, 3) Memotivasi diri sendiri, 4) Mengenali emosi orang lain, 5) Membina hubungan” (Goleman, 2002: 58). Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :
1.             Mengenal Emosi Diri
Mengenali Emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional, para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metamood, yakni kesadaran seseorang akan emosinya sendiri.
“Menurut Mayer kesadaran diri adalah waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, bila kurang waspada maka individu menjadi mudah larut dalam aliran emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memang belum menjamin penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untuk mengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosi” (Goleman, 2007:64).
2.             Mengelola Emosi
Mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci menuju kesejahteraan emosi. “Emosi berlebihan, yang meningkat dengan intensitas terlampau lama akan mengoyak kestabilan kita. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan” (Goleman, 2007:77).
3.             Memotivasi Diri Sendiri
Memotivasi diri sendiri merupakan menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri,dan untuk berkreasi. “Kendali diri emosional, menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Dan mampu menyesuaikan diri dalam “flow” memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cendrung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan” (Goleman, 2007:58).
4.             Mengenal Emosi Orang Lain
Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli, menunjukkan kemampuan empati seseorang. Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.
Rosenthal dalam penelitiannya menunjukkan bahwa “orang-orang yang mampu membaca perasaan dan isyarat non verbal lebih mampu menyesuiakan diri secara emosional, lebih populer, lebih mudah bergaul, dan lebih peka” (Goleman, 2007: 136). Nowicki, ahli psikologi menjelaskan bahwa “anak-anak yang tidak mampu membaca atau mengungkapkan emosi dengan baik akan terus menerus merasa frustasi” (Goleman, 2007: 172). Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka pada emosinya sendiri, mampu mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain.
5.             Membina Hubungan
Kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan sulit juga memahami keinginan serta kemampuan orang lain.
Orang-orang yang hebat dalam keterampilan membina hubungan ini akan sukses dalam bidang apapun. “Orang berhasil dalam pergaulan karena mampu berkomunikasi dengan lancar pada orang lain. Orang-orang ini populer dalam lingkungannya dan menjadi teman yang menyenangkan karena kemampuannya berkomunikasi” (Goleman, 2007:59). Ramah tamah, baik hati, hormat dan disukai orang lain dapat dijadikan petunjuk positif bagaimana siswa mampu membina hubungan dengan orang lain. Sejauh mana kepribadian siswa berkembang dilihat dari banyaknya hubungan interpersonal yang dilakukannya.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mengambil komponen-komponen utama dan prinsip-prinsip dasar dari kecerdasan emosional sebagai faktor untuk mengembangkan instrumen kecerdasan emosional.
Pendapat lain juga mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi dibagi menjadi dua, yaitu:
a.         Faktor internal
Faktor internal adalah apa yag ada dalam diri individu yang mempengaruhi kecerdasan emosinya. Faktor internal ini memiliki dau sumber yaitu segi jasmani dan segi psikologis. Segi jasmani adalah faktor fisik dan kesehatan individu, apa bila fisik dan kesehatan seseorang dapat terganggu dapat dimungkinkan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Segi psikologis mencangkup didalamnya pengalaman, perasaan, kemampuan berpikir dan motivasi.
b.         Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah stimulus dan lingkungan dimana kecerdasan emosional berlangsung. Faktor eksternal meliputi: 1) Stimulus itu sendiri, kejenuhan stimulus merupakan salah satu faktor yang mempengruhi keberhasilan seseorang dalam memperlakukan kecerdasan emosi tanpa distori dan 2) lingkungan atau situasi khususnya yang melatar belakangi kecerdasan emosi. Objek lingkungan yang melatar belakangi merupakan kebulatan yang sangat sulit dipisahkan.


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari uraian yang telah dibahas dalam makalah ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.         Emosi adalah pengalaman efektif  yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang nampak. Emosi juga dapat dikatakan sebagai warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
2.         Faktor emosi yang mempengaruhi perkembangan individu adalah faktor lingkungan fisik dan lungkungan sosio-psikologis.
3.         Faktor keturunan dipengaruhi oleh beberapa azas, diantaranya adalah : Azas Reproduksi, Azas Variasi, Azas Regresi Filial, dan Azas Jenis Menyilang.
4.         Faktor-faktor dari pada kecerdasan emosional, yaitu : 1) Mengenali emosi diri, 2) Mengelola emosi, 3) Memotivasi diri sendiri, 4) Mengenali emosi orang lain, 5) Membina hubungan.
5.         faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi dibagi menjadi dua, yaitu: Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

B.     Saran
Untuk menyempurnakan makalah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca atau pihak yang menggunakan makalah ini. Berpegang pada prinsip tidak ada gading yang tidak retak dan tidak ada final dalam menuntut ilmu. Dengan kerendahan hati penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, dengan senang hati kritik dan saran dan pandangan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan makalah ini.















DAFTAR PUSTAKA
Atkinson, R. L. dkk. 1987. Pengantar Psikologi I. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Goleman, Daniel. 2002. Emotional Intelligence. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
               Martin, Anthony Dio, 2003. Emotional Quality Manajement Refleksi, Revisi Dan Revitalisasi Hidup Melalui Kekuatan Emosi. Jakarta: Arga.
               Tiem Penyusun. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
               Sarwono, Sarlito Wirawan (1991), psikilogi remaja. Jakarta: rajawali press.
http://boharudin.blogspot.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html  diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.00 WIB.
http://pojokceleban.wordpress.com/2012/02/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kecerdasan-emosional/ diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.10 WIB.
http://www.duniapsikologi.com/emosi/ diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.16 WIB.

http://usman1993.blogspot.com/2010/10/faktor-yang-mempengaruhi-dan-pemahaman.html diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.20 WIB.
http://meyla252.wordpress.com/2011/06/20/pengaruh-emosi-terhadap-perilaku-dan-perubahan-fisik-individu/ diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.45 WIB.
http://raisaaryasheba.blogspot.com/2012/04/emosi.html diakses pada hari Kamis tanggal 8-11-2012 Pukul 13.00 WIB.





Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments
Advertisement

Daily Video

Category

  • Bank Soal (5)
  • Cerpen (5)
  • Kajian Hati (6)
  • Karya Tulis (5)
  • Lagu Pembelajaran (1)
  • Materi Pelajaran (2)
  • pendidikan (7)
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (1)

Followers

My YM Status

Blog Archive

  • ▼  2013 (4)
    • ▼  Mei (3)
      • CINDERELA DI KAMPUNG INGGRIS
      • PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN SD
      • KATA-KATA AJAIB
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (31)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (13)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (11)

Email Subscriptions

Page

  • Beranda

Photos on Flickr

2010 Simplex Enews. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign